Penyakit Meningitis Renggut Nyawa Glenn Fredly
Artis Indonesia Musik Dalam Negeri

Penyakit Meningitis Renggut Nyawa Glenn Fredly

Penyakit Meningitis Renggut Nyawa Glenn Fredly

Penyakit kelahiran Ambon, Glenn Fredly menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit meningitis yang dialaminya. Hal tersebut dibenarkan oleh Armand Maulana, penyanyi dari band Gigi yang mengatakan jika Glenn sudah lama mengidap penyakit tersebut.

“Sudah lama punya penyakit ini, kemarin harusnya opname. Terus karena keadaan rumah sakit lagi chaos karena covid (COVID-19, -red), ya dibawa ke rumah. Nah, mungkin di rumah alat dan penanganan kurang memadai,” kata Armand Maulana.

Dilihat juga : 4 Fakta Band Naif Yang Jarang Orang Tahu

Meningitis adalah keadaan ketika “meninges, yaitu jaringan di antara otak dan syaraf tulang belakang membengkak dan terkena infeksi. Muncul juga Daftar Akun Live22 bakteremia, yang adalah infeksi parah dalam darah, dan juga pneumonia.”

Infeksi ini menjadi semakin parah dengan cepat dan “sukar mendapat diagnosis karena terlihat seperti flu.” Gejalanya antara lain demam, pusing, ngilu persendian, dan leher yang kaku.

Bukan hanya itu, ujarnya, “Mereka yang bertahan hidup menderita dampak jangka panjang.” Dampak sampingannya antara lain:

  • Amputasi lengan, kaki, jari, atau jempol
  • Kerusakan neurologis
  • Ketulian
  • Kerusakan ginjal

Infeksi bakteri ini menular dengan mudah melalui tetesan pernafasan di dalam ruang tertutup, seperti asrama kampus atau kamp musim panas, ketika orang “berbagi alat makan, berbagi botol minum. Saling berciuman.”

Pihak pengendali penyakit menular AS (Centers for Disease Control and Prevention, CDC) menganjurkan agar remaja mendapatkan vaksinasi melawan meningococcal meningitis pada usia 11 atau 12 tahun. Penguat (booster) agar diberikan pada usia 16 tahun.

Namun, di AS, hanya 30 persen dari 78 persen anak yang mendapat vaksin telah menerima vaksin kedua sebagai penguat tersebut, demikian disebutkan oleh CDC.

Kata Schoessler, “Ada yang tidak menyambung di situ, karena daya guna vaksin mulai menurun.”

Untuk mengatasi meningitis, “Perlu antibiotik yang tepat, tapi perlu juga cukup kebijaksanaan untuk mengatakan, ‘Sepertinya ini meningitis’, karena seringkali hasil ujinya terlambat untuk bisa meresepkan antibiotik yang benar. Pencegahan adalah kunci dalam menghadapi meningitis.”