Mau Lihat Jasad Didi Kempot
Artis Indonesia

Mau Lihat Jasad Didi Kempot

Mau Lihat Jasad Didi Kempot Sobat Ambyar Padati Rumah Sakit

Mau Lihat Jasad Didi Kempot Sobat Ambyar Padati Rumah Sakit – Puluhan penggemar Didi Kempot yang berharap dapat melihat jasad idola mereka yang meninggal dunia pada Selasa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan penggemar Didi Kempot menyebar di halaman belakang RS Kasih Ibu. Mereka menunggu di kanan kiri jalan keluar masuk kamar jenazah.

Akses menuju kamar jenazah dijaga belasan polisi untuk memastikan hanya pihak berkepentingan yang boleh masuk. Seorang polwan berulang kali mengingatkan Sobat Ambyar dan awak media agar terus menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.

Puluhan penggemar lain yang tak mendapatkan akses masuk terpaksa menunggu di Jalan Slamet Riyadi, di depan rumah sakit. Salah satu penggemar Didi Kempot, Triyono, mengaku sengaja menunggu untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo itu.

Beberapa kelengkapan baju Jawa yang sering dipakai Didi saat manggung adalah beskap , blangkon sebagai penutup kepala, jarik batik untuk menutup bagian bawah badan, stagen sebagai pengikat jarik agar tidak lepas, keris dan selop (alas kaki). Pakaian adat ini biasanya dipakai untuk acara resmi, pernikahan atau pada saat upacara adat.

Beskap sendiri sebenarnya merupakan busana mirip jas yang diadaptasi dari Belanda. Beskap berasal dari kata beschaafd yang berarti berkebudayaan.

Baju adat Jawa Tengah yang dipakai Didi Kempot dikenal dengan beskap. Beskap yang dipakainya biasanya beraneka warna, tak cuma hitam. Beberapa kali dia memakai warna merah, biru, putih atau oranye.

Didi Kempot dikenal dengan lagu-lagu campur sari

Beskap dipakai lengkap dengan kain jarik batik dan juga blangkon. Gaya busana yang dipakai Didi sebenarnya merupakan bagian dari baju adat Jawa Tengah yang disebut dengan Jawi Jangkep.

Namun pada Jawi Jangkep atau berarti Jawa Lengkap, Didi tak menambahkan aksesori seperti keris dan bunga melati di leher. Dia juga menggunakan beskap biasa tanpa adanya tambahan motif bunga. Biasanya Jawi Jangkep ini dipakai oleh para pengantin.

“Kebetulan tadi dapat penumpang ke sini. Terus sekalian nonton,” kata Triyono yang berprofesi sebagai pengendara ojek daring itu. Lord of Broken Heart, Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa di Rumah sakit di Solo. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo ini lahir pada 31 Desember 1966.

Di dunia hiburan, Didi Kempot dikenal dengan lagu-lagu campur sari dengan lirik berbahasa Jawa yang bernada patah hati. Inilah awal mulanya Didi dikenal sebagai lord of broken heart oleh para fansnya, Sobat Ambyar.

Dalam tiap penampilannya, pria berambut panjang dan keriting ini hampir selalu memakai baju adat Jawa Tengah, beskap dan blangkon. Penampilan ini selalu identik dengan Didi. Jika tak tampil dengan baju ini, dia selalu tampil rapi dan tak neko-neko dengan kemeja, jas batik, ataupun batik lengan panjang.

Ia sempat tak percaya saat mendengar kabar kematian idolanya di media massa. Menurutnya, perusahaan tempatnya bekerja baru saja mengundang Didi Kempot untuk mengisi acara beberapa pekan lalu.

“Awalnya sempat enggak percaya karena kemarin pas di acara kami ya kelihatannya sehat-sehat saja. Enggak ada tanda-tanda sakit. Ternyata pas di sini banyak polisi yang jaga. Berarti benar,” katanya.