macam-macam teknik seni grafis
Art

Macam-macam teknik seni grafis

Macam-macam teknik seni grafis

Macam-macam teknik grafis, – Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, Cetakan dibuat dari permukaan bahan, yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk ukiran atau etsa; batu yang digunakan untuk litografi; papan kayu untuk cukil kayu.

Lebih dari teknik di atas bisa juga digabung, khusus yang berada dalam kategori sama. Misalnya, karya cetak Rembrandt biasanya mudah disebut dengan “etsa”, namun sering kali digunakan juga teknik ukiran dan drypoint, dan kadang-kadang tidak kadang-kadang tidak ada etsa-sama sama sekali.

Cukil Kayu

adalah salah satu teknik cetak bantuan, merupakan teknik seni grafis paling awal, dan merupakan satu-satunya yang digunakan tradisional di Asia Timur. Penting pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk membuat pola cetak pada kain, dan pada abad ke-5 dibeli di Tiongkok untuk membeli teks dan gambar pada kertas.

Litografi

adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. Digunakan permukaan berpori, batu yang biasa disebut batu kapur; gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. Kemudian dilakukan pengasaman, untuk mentransfer minyak ke batu, sehingga gambar ‘matang’ pada permukaan. Lalu gunakan gum arab, bahan yang larut udara, permukaan batu yang tidak tertutupi gambar medium (yang berbasis minyak).

Ukiran

Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari ukiran (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. Penggunaan alat yang disebut dengan  burin  merupakan ketrampilan yang rumit.

Pembuat ukiran memakai logam yang diperkeras yang disebut dengan  burin  untuk mengukir desain ke permukaan logam, tradisionalnya memakai plat tembaga. Alat ukir ini memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis yang berbeda.

Seluruh permukaan plat diberi tinta, kemudian tinta dihapus dari permukaan, yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Kemudian plat ditaruh pada alat pers bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (sering kali dibasahi untuk melunakkan). Kertas kemudian mengambil tinta dari garis ukiran (bagian yang diukir), menghasilkan karya cetak.

Aquatint

Adalah variasi dari etsa. Seperti etsa, aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. Pada teknik etsa digunakan jarum untuk membuat garis yang akan menjadi warna tinta pekat, aquatint menggunakan resin serbuk yang tahan asam untuk membuat efek tonal.