Artis Indonesia Musik Dalam Negeri

Gugatan di Tolak, Gen Halilintar Bersyukur, Nagaswara Tak Terima

Bersyukur – Dipertengah penyebaran virus corona, persidangan kasus dugaan pelanggaran hak cipta atas terdakwa keluarga Gen Halilintar tetap dilaksanakan.

Sidang yang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini beragendakan pembacaan keputusan atas gugatan dari label musik, Nagaswara.

Untuk informasi, Nagaswara menggugat Gen Halilintar untuk ganti rugi sebesar Rp9,5 miliar karena mengklaim alami kerugian material dan immaterial.

Baca juga : Anton Widiastanto Angkat Suara Kepergiannya dari SO7

Kasus ini berawal dari sejak akbhir 2018 lalu. Saat itu8, Gen Halilintar mengcover lagu Siti Badriah yang berjudul “Lagi Syantik” di akun YouTube mereka tanpa seizin label musik Nagaswara.

Namun, pihak Nagaswara selaku label musik yang menaungi peangdut Siti Badriah menduga Gen Halilintar telah melanggar hak cipta.

Gugatan tersebut tercatat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 82/Pdt.Sus-Hak Cipta/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Lantas bagaimana hasil putusannya?

Hakim tolak gugatan tersebut

Majelis hakim Pengadilan POKER DEPOSIT PULSA Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan Nagaswara terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta yang dilakukan keluarga Gen Halilintar.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum label musik Nagaswara, Yosh Mulyadi saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

“Jadi tadi sidang putusan, kebetulan kabar buruknya buat kami penggugat, karena gugatan kami ditolak. Jadi ada beberapa pertimbangan majelis hakim yang tentu kami tidak sepakat,” ungkap Yosh Mulyadi.

Nagaswara Keberatan dengan Keputusan Hakim.

Sebab, kata Yosh Mulyadi, hakim mengambil pertimbangan keputusan berdasarkan keterangan saksi yang dari pihak terdakwa, yakni Thariq Halilintar, Atta Halilintar, dan karyawan yang lain.

Yosh Mulyadi menyebut, para saksi pada saat memberikan keterangan di meja hijau tidak awali dengan sumpah.

Sementara, dalam putusan hakim menyebut saksi mengawali kesaksian diawali dengan sumpah.

“Kita tahu semua bahwa saksi itu yang kemarin diperiksa ada Thariq Halilintar, Atta halilintar, dan ada Jejen (karyawan) yang semuanya tidak di bawah sumpah,” ucapnya.

Selain itu, pihak Nagaswara merasa keberatan karena menilai saksi Atta dan Thariq masih ada hubungan darah dengan Gen Halilintar.

“Karena mereka itu anak dan karyawan, makanya saat itu saksi diperiksa tidak di bawah sumpah,” ucapnya.

Rupayanya Nagaswara akan mengambil langkah hukum selanjutnya dengan mengajukan kasasi ke Mahkama Agung.

Dasar pengajuan kasasi ini, kata Yosh Mulyadi, tidak disumpahnya saksi saat sidang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kita akan ajukan kasasi, salah satunya itu, yang jadi titik berat kami mungkin waktu itu, tidak disumpah dan saat itu kami keberatan karena kualitas saksi yang dihadirkan secara hukum acara memang tidak diperkenankan,” katanya.

Pengajuan kasasi ini juga telah disetujui oleh pencipta lagu “Lagi Syantik” langsung, Yogi RPH.

“Kebetulan tadi ada penciptanya juga, Mas Yogi bilang kasasi Mas Yogi setuju. Cuman memang belum menentukan (hari kapan ajukan kasasi),” ucapnya.

Gen Halilintar Bersyukur

Dihubungi secara terpisah, kuasa hukum Gen Halilintar, Sunan Kalijaga mengatakan kliennya bersyukur majelis hakim menolak gugatan Nagaswara terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta.

“Mengucap syukur kepada Allah SWT bahwa hari ini majelis hakim telah memutuskan untuk menolak seluruh gugatan dari pihak penggugat,” kata Sunan Kalijaga saat dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Senin (30/3/2020).

Meski begitu, Sunan Kalijaga mengatakan keluarga Gen Halilintar dapat memetik hikmah di balik kasus dugaan pelanggaran hak cipta tersebut.

“Menjadikan kami keluarga Gen Halilintar itu suatu pembelajaran yang sangat berarti. Artinya, mengingat industri musik Indonesia ini harus kita jaga, kita besarkan,” ucapnya.

Serahkan semua ke hakim

Namun, Sunan memepertanyakan perihal keberatan yang dilontarkan setelah gugatannya di tolak.
tapi, Sunan Kalijaga menegaskan bahwa keputusan hakim di pengadilan tidak bisa diganggu gugat.

“Kalau pun iya, mereka sudah mengajukan keberatan namun pihak majelis hakimnya tidak keberatan, selama dalam acara persidangan dan di ruang sidang, itu kan ketok palunya ada di kewenangan hakim,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gugatan Rp 9,5 M Nagaswara Ditolak dan Respons Gen Halilintar “.

Sumber : tribunnews.com