Glenn Fredly Meninggal dan Meningitis yang Diidapnya
Musik Dalam Negeri

Glenn Fredly Meninggal dan Meningitis yang Diidapnya

Glenn Fredly Meninggal dan Meningitis yang Diidapnya

Glenn Fredly Meninggal dan Meningitis yang Diidapnya – Kembali musisi negara duel Glenn Fredly meninggal Rabu (2020/08/04) di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Sebelum kematiannya, menurut Glenn laporan yang dia terima perawatan rumah sakit Maret 2020 dan kemudian, dan dirawat selama seminggu.

kesehatan Glenn juga bisa mencuri sorotan ketika ia menyatakan keinginannya untuk pensiun dari dunia musik pada bulan Oktober 2010. Pada saat itu tidak mengungkapkan bahwa dia sakit penampilan bahkan lebih ramping.

Sampai perwakilan terakhir dari keluarga, Mozes Latuihamallo diidapnya kata Glenn meninggal karena meningitis, dan tentu saja tidak karena Daftar WM Casino Corona COVID-19 virus.

“Sebagai hasil dari meningitis,” kata wakil dari keluarga Glenn, Mozes Latuihamallo dalam keterangan resminya, Rabu (2020/08/04).

Apa meningitis?
Diekstrak dari Mayo Clinic, Meningitis adalah peradangan pada selaput atau membran yang mengelilingi otak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan parasit.

Untuk Seperti halnya gejala khas meningitis?

Rumah Sakit Mayapada ahli bedah saraf, Dr. Roslan Hasan Yusni, SpBS, mengatakan ada beberapa gejala khas yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang menderita meningitis.

“Bukan gejala khas meningitis, seperti leher kaku kaku membungkuk seperti busur hanya sulit,” kata Dr Ryu, sapaan akrab, mengatakan kepada AFP, Kamis (2020/04/09)

“Menjaga sakit leher bisa sampai sakit dagu, demam, sakit kepala, mual dan bahkan muntah kaleng, kejang, mengantuk sampai juga terangsang membuatnya terjaga tapi mengantuk lagi,” lanjutnya.

Dr Ryu juga menjelaskan bahwa ada perbedaan gejala dirasakan oleh orang dewasa dan anak kecil atau bayi.

“Jika bayi itu gatal biasa dan menangis tidak berhenti, tidak akan makan, sesak napas gejala pada anak-anak,” katanya.

Siapa pun rentan terhadap meningitis?
Dr Ryu mengatakan meningitis dapat terjadi pada siapa saja yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

“Semua orang bisa, semua usia bisa. Setiap orang memiliki kerentanan mereka sendiri untuk bakteri dan virus,” katanya.

Tidak hanya itu, Dr. Ryu juga mengatakan meskipun Meningitis dapat menyerang siapa saja, tetapi paling rentan terhadap penyakit ini adalah anak-anak. Karena sistem kekebalan tubuh masih cukup lemah.

“Anak-anak lebih rentan karena perlawanan dari anak-anak yang berbeda tidak terkena belum. Jika orang dewasa yang telah terkena infeksi dari segala jenis, sehingga resistensi mereka baik,” katanya.

Bagaimana penyebaran meningitis?
Pada sama seperti penyakit lainnya, meningitis dapat menular antar manusia. Dr Ryu mengatakan meningitis dapat ditularkan melalui droplet atau percikan keluar batuk atau bersin.

“Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung, baik karena tetesan batuk dan bersin. Pada yang sama seperti penyakit lainnya karena virus dan bakteri, sehingga” kata Dr Ryu.

Anda tidak dapat mencegah meningitis?
Ada beberapa cara untuk mencegah penyebaran meningitis, meski belum divaksinasi. Berikut adalah cara untuk mencegah:

– Cuci tangan Anda. mencuci tangan rutin untuk mencegah penyebaran virus, bakteri dan parasit yang menyebabkan penyakit. Terutama dilakukan pada saat sebelum makan dan setelah pergi ke kamar mandi.

– Menjaga. Jangan berbagi minuman, makanan, sedotan, sendok garpu dan sikat gigi dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan.

– gaya hidup sehat. Menjaga sistem kekebalan tubuh dalam istirahat yang cukup dengan cara, olahraga teratur dan makan makanan sehat.