Fakta Menarik dari Mendiang Didi Kempot, Penyanyi Kelompok Trotoar
Artis Indonesia Musik Dalam Negeri

Fakta Menarik dari Mendiang Didi Kempot, Penyanyi Kelompok Trotoar

Mengenal Kelompok Penyanyi Trotoar

Fakta Menarik dari Mendiang Didi Kempot – Maestro campursari Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, pagi tadi. Penyanyi yang dijuluki sebagai “God of Broken Heart” ini diduga mengalami serangan jantung saat melakukan rekaman lagu baru.

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez, membenarkan meninggalnya penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo itu. “Iya benar, Mas Didi meninggal pagi ini di Rumah Sakit Kasih Ibu. Sudah tadi saya cek ke dokter jaga,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca juga : Bintang Dokumenter Tiger King Tertipu Wawancara Palsu

Didi Kempot meninggal dalam usia 53 tahun. Belum lama ini Didi juga sempat merilis lagu berjudul ‘Ojo Mudik’ yang juga melibatkan Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo dan segenap Muspida Kota Solo.

Berikut fakta menarik dari mendiang Didi Kempot :

Tidak Lulus SMA

Kesuksesan yang didapatkan oleh Didi Kempot ini bukan semudah membalikkan telapak tangan. Jatuh bangun menjadi seorang musisi telah ia rasakan. Hingga akhirnya pria 52 tahun itu kini memetik hasilnya.

Ternyata, di balik kesuksesannya sebagai seorang penyanyi campursari, Didi Kempot live22 indonesia tidak sukses soal pendidikan lantaran tidak lulus SMA. Bukan tanpa alasan. Didi Kempot memilih untuk berhenti dari sekolah demi mencapai cita-citanya sebagai seorang seniman seperti ayahnya, Ranto Edi Gudel (almarhum), yang lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

Pengamen

Didi Prasetyo atau lebih dikenal dengan nama Didi Kempot, mengawali karier bermusiknya sebagai musisi jalanan alian pengamen pada tahun 1984. Ia mencari uang dari bus ke bus untuk mendapatkan rezekinya.

Bertahun-tahun menjadi pengamen, Didi Kempot ternyata telah menciptakan beberapa lagu. Sampai akhirnya, ia mencoba peruntungannya ke Jakarta untuk mencari produser agar bisa masuk dapur rekaman.

Sampai akhirnya, ia merilis album pertamanya pada tahun 1999 berjudul “Stasiun Balapan”, yang akhirnya namanya dikenal sampai sekarang ini.

Nama Kempot

Terlahir dengan nama Didi Prasetyo, pelantun “Stasiun Balapan” itu dikenal dengan nama panggung Didi Kempot. Nama tersebut sangat melekat sejak awal dirinya menapaki karier di industri musik Tanah Air.

Ternyata, nama ‘Kempot’ merupakan singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar. Saat itu, ia masih menjadi pengamen jalanan di Solo dan Yogyakarta pada tahun 1984 – 1989.

Duta Kereta Api

Didi Kempot mulai dikenal masyarakat sebagai penyanyi campursari lewat single perdananya berjudul “Stasiun Balapan” yang rilis pada 1999. Dari situ tak hanya namanya, stasiun di kota Solo itu pun menjadi terkenal karenanya.

Adik dari Mamiek Prakoso

Didi Kempot hidup dari keluarga seniman. Ayahnya, Ranto Edi Gudel (almarhum) yang lebih dikenal dengan nama mbah Ranto, adalah pelawak kenamaan di Solo.

Ia juga adik kandung pelawak kenamaan yang tergabung dalam Srimulat, Mamiek Prakoso. Mamiek meninggal dunia pada 3 Agustus 2014 di usianya yang ke-53 akibat penyakit liver.

Sumber : merdeka.com