Artis Artis Indonesia Music Musik Dalam Negeri Musik Internasional Musik KPOP Tips Bermusik

Dilema Perkembangan Musik Era Digital

Alasan Ardhito Pramono Pilih Sydney untuk Video MusikSebut saja Aquarius, Duta Suara, Disc Tarra. Di sisi lain, toko musik online bermunculan dan akses ke internet semakin terbuka. Berkat ini, banyak orang dapat memamerkan karyanya tanpa perlu repot memproduksi dan mendistribusikan CD. Tidak jarang musik “palsu” yang beredar di dunia online menarik perhatian publik dan menjadi viral. Padahal, dari segi kualitas, kalah dengan artis profesional yang ddukung manajemen dan label rekaman

perkembangan musik era digital 2021

mengutip dari  matkojelavic.com   Ada kekhawatiran bahwa kalangan tertentu “musik palsu” akan menyebar secara viral dan mengarahkan selera orang ke arah yang salah. Sehingga tidak efektif lagi bila disi dengan musik  berbakat  yang indah. Saat dtanya soal ini, Seno M. Hardjo, executive producer A&R dan Target, menjawab dengan santai. CNN Indonesia.com mengatakan tidak ada yang perlu dkhawatirkan. “Musisi yang mencari sensasi lewat lirik yang merusak tidak akan berkembang. Ia hanya dsukai oleh lingkungan atau komunitas di sekitarnya. Nanti dia juga akan menghadapi hukum rimba – kata Seno terus terang. Seno mencontohkan lagu Forget-Forget to Remember yang populer oleh grup musik Kuburan. Lagunya heboh, tapi kemudian nama Kuburan seakan tenggelam.

mengutip dari https://mamiya-usa.com/ Maka, “Heboh, tapi tidak berlanjut. Ini adalah faktor alami yang menyelesaikannya. ” Seno yakin lagu-lagu unqualified yang buat murni untuk tujuan sensasional tidak akan bertahan lama. “Kalau penulisan lagu salah, [artis] harus mental,” ujarnya

Seno kemudian menyebut nama band Sheila on 7, Dewa, Padi, yang menurutnya memiliki kekuatan dalam penulisan lagu,

Jadi, meski baru-baru ini jarang muncul, lagu-lagu mereka tetap dkenang dan dimainkan. Tapi sekali lagi selera pasar tidak bisa dikendalikan dengan cara ini. Dsediakan oleh Arie Legowo, A&R lkWarner Music. Menurutnya, ratusan juta orang di Indonesia punya selera sendiri. Ada kalanya perusahaan rekaman besar seperti Warner Music tertarik untuk memproduksi album musik oleh artis yang sedang naik daun Arie mengatakan,